Beranda / Antologi Rasa / Karangan-Karangan Kemarau
Antologi Rasa

Karangan-Karangan Kemarau

Di hulu Mahakam,

batu-batu purba kini berbogel
di bawah terik
yang tak kenal ampun,

seperti musim-musim lalu
yang tak pernah benar-benar
berlalu.

Sementara longboat dan speedboat
terkapar
di punggung karangan.

Di dermaga,

bahan bakar minyak
menjelma dongeng
yang sulit dipercaya.

Karung-karung beras
terus mendaki harga,

sementara tangan-tangan
yang mencarinya
kian jauh dari jangkauan.

Kabar tentang jalan,
janji, dan perhatian,

masih tersangkut di hilir
dan belum juga tiba.

Sungai Mahakam
kian surut,

sedang di bilik-bilik rumah panjang,

lapar mengunyah
sisa-sisa sabar.

Ujoh Bilang, 10 Agustus 2026

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *